Rabu, 18 Desember 2019

PERAN PENTING MORAL DAN IPTEK MENUJU SDM UNGGUL, INDONESIA PRODUKTIF

Indonesia merupakan negara yang besar. Negara yang kaya raya dengan kekayaan alam yang sangat melimpah. Kekayaan alam yang melimpah merupakan anugerah dari Allah SWT yang diamanahkan untuk rakyat Indonesia. Dengan begitu, kekayaan alam tersebut harus dikelola dengan sebaik baiknya agar menjadikan Indonesia produktif. Dengan adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mendukung dan unggul, sebagian wilayah Indonesia melaksanakan pembangunan infrastruktur. Akan tetapi ada daerah yang masih tertinggal. Dalam arti kata daerah tersebut belum memaksimalkan peningkatan kemampuan sumber daya manusia.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian Ilmu Pengetahuan yaitu segala sesuatu yang diketahui, kepandaian, segala sesuatu yang diketahui berkenaan dengan hal (mata pelajaran). Sedangkan Teknologi yaitu ilmu yang menyelidiki cara cara kerja di dalam teknik atau dengan pengertian lain adalah ilmu pengetahuan yang digunakan dalam pabrik-pabrik dan industri-industri (Harahap, Poerbahawadja:1982:1357). Jadi secara umum pengertian IPTEK yaitu suatu mata pelajaran atau informasi yang yang akan meningkatkan atau menambah ilmu serta wawasan dalam dunia industri. Indonesia memiliki kemampuan untuk meningkatkan sumber daya manusia yang unggul. Peningkatan SDM unggul akan sangat mendukung kemajuan Indonesia sehingga Indonesia lebih priduktif. SDM yang unggul juga dapat berdampak pada keberhasilan dan kesuksesan Indonesia dimasa yang akan datang. Salah satu peran penting untuk meningkatkan SDM unggul adalah perbaikan sistem pendidikan.

Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran, kepribadian, pengendalian diri pengetahuan dan ketrampilan melalui pengajaran, pelatihan dan penelitian.
Tujuan dari pendidikan yaitu mencerdaskan dan mengembangkan potensi diri guna menjadi pribadi yang baik dan bermartarbat. Sehingga dapat mewujudkan sumber daya manusia unggul dan Indonesia semakin maju membangun bangsa dalam bidang industrialisasi. Kemajuan Indonesia dibidang industri sangatlah penting untuk bersaing dalam dunia secara global. Disisi lain bukan hanya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saja yang harus digali dalam sistem pendidikan, melainkan moral yang baik harus ditanamkan sejak dalam awal pendidikan (sekolah). Sekarang pendidikan IPTEK semakin tinggi karena kecanggihan teknologi semakin canggih. Akan tetapi, ada dampak dari kecanggihan teknologi yaitu semakin rendahnya moral anak. Oleh karena itu perlu adanya keseimbangan dari keduanya (teknologi dan moral).

Kecanggihan teknologi memang tidak bisa dihindari dari kehidupan nyata. Sebuah ide atau inovasi yang muncul akan membawa kemudahan dan memiliki cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Selain memiliki dampak positif, penyalahgunaan teknologi juga berdampak negatif pada manusia khususnya generasi penerus bangsa dimasa yang akan datang. Sebagai contoh dampak terhadap pelajar yang menyalahgunakan kecanggihan teknologi dengan membuka tayangan tayangan budaya asing yang tidak normatif, membuka situs pornografi yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan didunia pendidikan. Hal tersebut merupakan dampak daripada penyalahgunakan teknologi yamg membuat rendahnya moral manusia.

Moral secara etimologis, kata Moral berasal dari kata mos dari bahasa latin bentuk jamaknya mores yang artinya adalah tata cara atau adat istiadat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989:592), moral diartikan sebagai akhlak, budi pekerti atau susila. Dengan perbaikan moral yang baik di Indonesia, akan memberikan hasil yang positif terhadap Sumber Daya Manusia yang unggul. SDM yang unggul merupakan faktor utama Indonesian produktif.

Dengan demikian peran guru sangat dibutuhkan dalam sistem pendidikan. Sistem pendidikan moral juga harus ditingkatkan agar seimbang dengan kemajuan IPTEK. Ilmu dan moral memiliki keterkaitan yang sangat kuat. Ilmu yang begitu canggih disisi lain nilai moral juga dapat menjadi arah untuk menentukan perkembangan i